PUPUK ORGANIK CAIR, “BIOREEN”

Sekretariat Agus Priyo Dharsono, Jl. Dorodasih No. 20 Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta, DI. Yogyakarta 55251 Hp: 0877 3897 1515, 0812 5820 565

Sudah lama saya berkecimpung di dunia botani. Dalam hal ini adalah pupuk, kira-kira sepuluh tahun lalu saya mulai bekerjasama dengan penyumbang dana untuk melakukan sejumlah penelitian mengenai (maaf) air mani sapi. Dari penelitian yang telah dilakukan, lalu saya dan penyumbang dana menelurkan produk bernama BIOREEN. Karena berasal dari bahan organic yang berasal dari hewan dan tumbuhan, dilengkapi dengan perangsang tumbuh dan mikroba yang bermanfaat bagi dunia usaha pertanian, selain itu BIOREEN mampu mengembalikan kesuburan tanah pertanian, merangsang pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi tanaman, menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Sampai saat ini saya masih melakukan pemasaran ke seluruh Indonesia, salah satunya media internet. Seringkali saya diundang untuk memberikan penyuluhan kepada para petani, ataupun pejabat pusat dan daerah mengenai produk saya ini. Adapun hasil dari Bioreen bisa Anda lihat pada gambar-gambar dibawah ini.

agus-priyo-dharsono-bioreen-1Sawi yang ditanam di pot depan rumah. Awalnya hanya saya yang coba membudidayakannya, lalu adik kandung, saudara sampai tetangga mulai mengikuti. Sawi diatas digunakan sepupu saya sebagai background pemotoan beberapa produk kulit yang ia usahai. Katanya, “bagus untuk background. Produk unggul”😀. Dengan gambar diatas coba anda bandingnya dengan hasil sawi menggunakan pupuk lain.

Jadi, secara detil coba saya jelaskan bahwa Bioreen meningkatkan kualitas-jumlah-harga hasil panen si petani termasuk pendapatan si petani itu sendiri. Menggunakan Bioreen juga mengurangi penggunaan pupuk kimia, pestisida kimia, serangan hama, penyakit tanaman. Mempercepat pertumbuhan tanaman dan waktu panen.

agus-priyo-dharsono-bioreen-2APLIKASI BIOREEN

 Sayuran dan Tanaman Hias
Bayam, Sawi, Kubis, Cabe, Tomat, Anggrek, Supir, Mawar, dll.

Dosis Pemakaian dan Cara Penggunaan
5 cc BIOREEN dicampur 1 liter air
Siram/kocor/semprot ke seluruh tanaman
Sebaiknya dilakukan 1-2 minggu sekali

Tanaman Semusim
Padi, Jagung, Kedelai, Kentang, Tembakau, Anggur, Kacang Tanah, Umbi-umbian, dll.

Dosis Pemakaian dan Cara Penggunaan
5-10cc BIOREEN dicampur 1 liter air
Siram/kocor/semprot ke seluruh tanaman.
Sebaiknya dilakukan 1-2 minggu sekali.

Tanaman Tahunan/keras
Karet, Kopi, Kelapa Sawit, Jeruk, Apel, The, Salak, dll.

Dosis Pemakaian dan Cara Penggunaan
5-10cc BIOREEN dicampur 1 liter air.
Siram/kocor/semprot ke seluruh tanaman
Sebaiknya dilakukan 1-2 bulan sekali

Padi :
(sample ½ liter lahan 1000 m2)
1. Padi panen usia 90 hari
Pemupukan I                       : usia 14 hst, dosis 30 cc/tangki
Pemupukan II                     : usia 28 hst, dosis 30 cc/tangki
Pemupukan III                    : usia 50 hst, dosis 50 cc/tangki

2. Padi panen usia 100 hari
Pemupukan I                       : usia 21 hst, dosis 30 cc/tangki
Pemupukan II                     : usia 35 hst, dosis 30 cc/tangki
Pemupukan III                    : usia 60 hst, dosis 50 cc/tangki

3. Padi panen usia 110 hari
Pemupukan I                       : usia 30 hst, dosis 30 cc/tangki
Pemupukan II                     : usia 45 hst, dosis 30 cc/tangki
Pemupukan III                    : usia 75 hst, dosis 50 cc/tangki

Keterangan :

  • Dosis pemupukan bisa berubah, disesuaikan dengan kadar humus pada tanah/lahan.
  • Pupuk kimia masih digunakan (jumlah dan waktu disesuaikan dengan pola petani).
  • Pengurangan pupuk kimia bertahap 10% – 15% per musim dan diikuti dengan pemupukan pola pertanian organic, yaitu dengan pupuk kompos/kandang sebagai pupuk dasar 10 ton/Ha atau 1 colt/1000 m2.
  • Hst : hari setelah tanam.
  • 1 tangki adalah 15 liter.
  • 1 tutup = 10 cc

Lombok :
(sample 2 liter untuk penyemprotan 500 batang)

  1. Disemprotkan (untuk 500 batang selama 6 bulan butuh 2 liter)

Usia 1 – 45 hari dosis 30cc/tangki, interval 2 minggu sekali.
Usia 46 – 90 hari dosis 40cc/tangki, interval 1 minggu sekali
Usia 91 – 150 hari dosis 50cc/tangki, interval 1 minggu sekali
Usia 151 – panen dosis 30cc/tangki, interval 1 minggu sekali

  1. Dikocorkan (untuk 500 batang selama 6 bulan butuh 3,5 liter)

Usia 1 – 45 hari dosis 10cc/10 liter air, interval 1 minggu sekali.
Usia 46 – 150 hari dosis 20cc/liter air, interval 2x seminggu
Usia 151 – panen dosis 10cc/liter air, interval 1 minggu sekali

Lombok Jawa :

  1. Disemprotkan

Usia     1 – 60 hst, dosis 30cc/tangki
Usia   61 – 120 hst, dosis 40cc/tangki
Usia 121 – 180 hst, dosis 50cc/tangki
Usia 181 – selesai, dosis 30cc/tangki
Interval 1 minggu sekali

Sawi, Bayam, Kangkung Darat :

  1. Dosis 10cc/10liter air, disemprotkan/dikocorkan 2x seminggu sampai panen
  2. Kebutuhan pupuk kompos/kadang 10 ton/Ha atau 1 Colt/1000m2

Kentang :
Usia   1 – 60 hst, dosis 20cc/tangki
Usia 61 – 120 hst, dosis 30cc/tangki
Interval 1 minggu sekali
Semprotkan larutan pupuk pada daun, batang dan tanah di sekitar batang tanaman.

Wortel :
Usia   1 – 60 hst, dosis 20cc/tangki
Usia 61 – 90 hst, dosis 30cc/tangki
Interval 1 minggu sekali
Semprotkan larutan pupuk pada daun dan tanah di sekitar batang tanaman.

Kacang Panjang :
Usia   1 – 60 hst, dosis 30cc/tangki
Usia 61 – 90 hst, dosis 50cc/tangki
Usia 91 – selesai, dosis 30cc/tangki
Interval 1 minggu sekali

Seledri :
Usia   1 – 60 hst, dosis 20cc/tangki
Usia 61 – 120 hst, dosis 30cc/tangki
Interval 1 minggu sekali

Melon :
Usia   1 – 30 hst, dosis 30cc/tangki
Usia 31 – 70 hst, dosis 50cc/tangki
Interval 1 minggu sekali

Gambas :
Usia   1 – 60 hst, dosis 30cc/tangki
Usia 61 – 90 hst, dosis 50cc/tangki
Usia 91 – 120 hst, dosis 30cc/tangki
Interval 1 minggu sekali

Tembakau :
Usia   1 – 35 hst, dosis 30cc/tangki
Usia 36 – 70 hst, dosis 50cc/tangki
Usia 71 – 90 hst, dosis 30cc/tangki
Interval 1 minggu sekali

Tanaman Hias :
1        Dosis 10cc/10 liter air disiramkan/disemprotkan pada tanaman dan tanah medianya.
2.  Interval 1 minggu sekali

Salak :
1        Dosis 10cc/10 liter air disemprotkan pada sekeliling pangkal bawah tanaman.

  1. Interval 1 bulan sekali.

Pembibitan Cokelat dan Karet :

  1. Dengan Penyiraman /kocor
    1. Larutkan (50cc/liter air) sebanyak 200cc.
    2. Semprotkan pada tanah di polibag setiap tanaman.
    3. Interval 2 minggu sekali.
  1. Dengan Penyemprotan
    1. Semprotkan larutan 5cc/liter air pada tanaman.
    2. Interval 1 minggu sekali.

Tanaman Keras :

  1. Proses Pembuatan lubang
    1. Lubang tempat pemupukan digali dengan jarak 2m dari pohon.
    2. Ukuran lubang 50cm x 50cm pada 2 tempat atau lebih
  1. Cara Pemupukan
    1. Larutkan Sogan 5cc/liter air
    2. Siramkan ke lubang yang telah dibuat, 5 liter untuk tanaman yang masih muda dan 10 liter untuk tanaman yang sudah berbuah.
    3. Interval pemupukan 2 bulan sekali dengan dikocorkan.

     

Sekretariat Agus Priyo Dharsono, Jl. Dorodasih No. 20 Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta, DI. Yogyakarta 55251 Hp: 0877 3897 1515, 0812 5820 565