Tidak bisa dihindarkan, kalau dalam suatu lingkungan ada mereka yang positif dan negatif. Karena, memang Tuhan menciptakan semuanya seimbang. Yin dan Yang. Intinya bagaimana kita mengambil yang positif dan membuang yang negatif. Atau yang negatif itu menjadi cerminan dan evaluasi atas tindak-tanduk kita. Karena, belum tentu yang negatif itu adalah negatif. Negatif, bisa berkamuflase sebagai proses kritik terhadap sesuatu. Kalau kita bisa mendapatkan sari-nya, itu adalah panduan kita dalam menyikapi keadaan sekitar. Tapi, jangan juga terlalu dipikirkan dengan hati. Pakai logika dan akal sehat. Tanpa dua aspek itu, kita akan terbawa pada opini yang ada dan terseret ke dalamnya. Selain tidak bisa berfikir sehat, berakibat pada orang disekitar kita.

Mungkin saya bisa mencontohkan salah satu kasus di sekitar saya. Tidak jauh-jauh, masih dalam lingkungan kerja.

Setiap kebijakan yang dikeluarkan manajemen, bos ataukah perusahan, pasti ada pro dan kontra yang terceletuk dari bibir-bibir karyawannya. Beberapa mengkritik, mengejek, sampai menertawakan. Di pihak lain, tenang-tenang saja yang penting “kerja saya ini memberikan manfaat untuk keluarga saya”. Lainnya, ngedumel di belakang pembuat keputusan tetapi bermuka manis di depannya.

Pilihan kedua, tentu saja yang terbaik dari yang pertama dan yang kedua. Karena saya bilang, itu juga bisa disebut jihat. Berjuang di jalan Allah SWT dengan jalan berbeda. Untuk keluarga, untuk menyejahterakan keluarga. Untuk membuat mereka bahagia. Seberapa pun sengsara mereka sebagai pekerja, mereka melakukannya hanya untuk keluarga. Adapun kekritisan kepada perusahaan, mereka sikapi dengan bijak, tanpa pergunjingan, tanpa mengejek sampai menertawakan.

Pertama dan kedua, saya tidak menyarankan untuk berada di posisi ini. Kalau memang berani, bicaralah lantang di hadapan decission maker dan tidak dibelakang. Sorry kalau saya harus mengikutsertakan “kepolosan atas nama agama”. Mempergunjingkan sesuatu bersifat dosa. Like a child what i say, but it’s truly tagline in every religion.

Mengunci rapih-rapih mulut kita dari apa yang sekiranya memicu dosa, dan mengeluarkan hal yang baik-baik saja untuk atmosfer yang juga baik sangat dianjurkan di mata Allah.

So teman, berjalanlah di jalan Allah. Allah sudah kasih kita panduan bagaimana hidup di dunia ini, tanpa mempergunjingkan orang dengan sangat. Tanpa mengejek sesuatu dengan sangat. Ada banyak hal lebih baik untuk dipikirkan dan dituntaskan dari kita punya mulut. So, jaga mulutmu jaga keluargamu.