Pokoknya hati-hati memilih wedding organizer (WO), karena ada beda pemahaman di Indonesia dengan Internasional. Di pranala internasional WO itu adalah tim atau orang yang membantu merancang dan mengkoordiasi semua detil persiapan pernikahan kamu dan pasangan. Mulai dari kamu teken kontrak sampai hari H. Tergantung kamu ambil paket yang mana. Karena penyedia jasa WO menyediakan dua paket, Paket Hari H dan Paket sekarang sampai hari H. WO hanya sebagai koordinator dari beberapa vendor-vendor pernikahan. Jadi mereka tidak punya jasa didalam jasa. Usaha jasanya yaaa hanya sebagai koordinator.

Di sana (negara barat) bahkan adanya itu Wedding Planner dan bukan Wedding Organiser. Nah loh.

Kalau berbicara di level Indonesia, WO memiliki jasa katering didalam perusahaannya itu, bahkan lengkap dengan dekorasi. Itu, makanya namanya kemudian berubah menjadi “Catering and Wedding Package”.

Sewaktu saya mencoba obrol-obrol ringan dengan marketing salah satu Catering and Wedding Package-berkaitan dengan pekerjaan saya juga, mereka bahkan tidak paham arti WO dan salah dalam pengaplikasiannya. Saya ingat, bahwa ada marketing dari Catering and Wedding Package yang saya lagi diskusi itu bilang seperti ini, “Okhg kalau kita cuman hanya kasih daftar rekanan kita. Mana yang dia suka dan sesuai sama tema. Kalau mau bikin janji, biar si calon pengantin (capeng) itu sendiri yang hubungi. Tapi kalau mo ditemenin ya gpp, tapi kita ga ada kendaraan. Kita sih hanya memberikan daftar rekanan kita, selebihnya biar mereka yang atur,” hellooo. Please deh. Heheheheh (ikut-ikutan gaya anak-anak jaman sekarang :P)

Yang mereka pahami adalah pintar-pintar mencari pelanggan, kemudian memberi seabrek list vendor untuk make up, sewa busana, sewa mobil dsbg. Tetapi tidak mengatur, kapan kamu berdua sebaiknya berkunjung ke vendor-vendor tersebut. Yang menghubungi vendor-vendor itu pun justru harus  kamu berdua, dan bukan mereka.

Satu lagi, biasanya marketing ini manis diawal tetapi buruk dalam pelayanannya. Jadi ketika sudah teken kontrak, jarang sekali komunikasi kepada pelanggan, bertukar pikiran, bertukar pengalaman, dan lebih melepas kita untuk memilih vendor. Emailpun jarang dibalas. Bahkan ada beberapa vendor yang saya temui dilapangan gaptek. Hem… hari gini gaptek, please deh. Bukankah sebaiknya seorang marketing menanam peluang dimana saja, termasuk misalnya online di FB, Twitter, YM dan mungkin BB. Bukan menuntut dia eksis atau narsis tetapi tidak menutup diri, ketika si pelanggan/ kostumer itu membutuhkan bantuan. Kan ada capeng itu yang kerjanya mobile terus. Dan dia eksis di dunia maya. Dan ada yang tidak.

Survey dan bertanya kanan kiri adalah langkah baik untuk akhirnya memutuskan menggunakan jasa vendor ini dengan marketingnya si dia. Jangan sampai, marketing itu tidak cakap dan tidak profesional. Mencampuradukan masalah keluarga dengan pekerjaanya, yang kadangkala membuat ia tidak fokus terhadap tugas dan tanggungjawabnya sebagai penyedia jasa dan pemandu kita sebagai groom and bride to be. Heheheheh… ada yang pernah kejadian soalnya😛. Tapi nggak aku kasih tau akh, rahasia.😛

Itu pertama, kedua, jangan terlalu tergesa-gesa menetapkan catering and wedding package. Karena satu kesalahan saja akan merusak hari indah anda ini yang hanya terjadi sekali seumur hidup.  Dan kamupun jadi menyesal. Hiks…Hanya karena dia unggul di dekorasinya yang royal bunga langsung menetapkan vendor ini sebagai pendukung acara kamu di hari H. Sementara pertimbangan seperti makanannya, pelayanannya kamu abaikan.

Rencanakan semuanya dengan baik-baik. diawali dengan menentukan tanggal pernikahan atau sewa gedung atau jumlah tamu undangan. Bila tanggal pernikahan kamu tergantung dari kosongnya gedung, ambil yang jaraknya setahun kedepan. Agar waktu kamu mencari hingga menentukan catering and wedding package itu panjang dan maksimal. Apalagi untuk kamu dan pasangan yang bekerja. Duuuuuh, pikirin baik-baik deh, terutama pembagian waktunya. Karena kan kamu harus bekerja, mempersiapkan detil pernikahan, mengkoordinir siapa-siapa yang jadi pemandu, pager ayu, pager bagus dan sebagainya.

Yang ketiga adalah detil. Siapkan buku catatan apa yang harus dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan. Tandai setiap pekerjaan yang sudah dikerjakan tandai.

Yang terakhir, banyak berdoa, menenangkan diri dan mengatur emosi. Orang yang mo nikah-bukan lagi konon, itu benar adanya. Soalnya ada saja tuntutan dari lingkungan sekitar yang misalnya, “dekorasinya ini dong”, “De.. de, Ibu ini sodaranya bude tolong diundang yach”, “Nanti makanannya ditambah yach, kalau bisa”. Padahal semua tuntutan itu bukanlah kepentingan atau perhitungan dari si pengantin. Jadi, yaa memang begitu menikah di Indonesia. Kalau kata pakar pernikahan bilang, “Di Indonesia itu yang menikah bukan anaknya tapi orang tuanya”. Hehehehhe

Memang sih, harga WO dengan kalau kamu ambil catering and wedding package itu lebih mahal. Makanya sekarang banyak mewabah poin terakhir ini. Kalau WO itu kan untuk membayar jasanya ajah diatas 30 juta. Ada sih yang jugar harga WOnya saja, 10 juta, 5 juta, 15 juta, 25 juta dan sebagainya. Padahal kalau kita ambil catering and wedding package 30 juta itu adalah setengah atau seperempat dari harga paket yang kamu ambil di catering and wedding package. Fiuh… besar yach. Gitu deh, orang mo nikah itu nggak hanya sebatas mental dan fisik, yang utama yang uang. Kecuali kalau kami mempunyai pertimbangan cukup menikah di KUA saja. It’s your decision. So, kamu yang mo menikah jangan lupa bedoa yang banyak yach. Kalau islam perbanyak shalat duha atau tahajud, kalau Kristen bedoa di gereja, sementara hindu dan budha sembahyang. Meski seberapapun kuatnya mental kamu mempersiapkan detil pernikahan, ada waktunya kamu bakal desperate dan yang bisa bantu cuman yang captain kita.

At the end, Selamat Menikah!!!