Saya sengaja tidak memberi judul tulisan ini yang neko-neko atau menarik perhatian, sebagaimana mantan bos saya, Pak Soegeng menerapkannya di KATV Group. Jadi, singkat, padat dan tepat sasaran saja, “Transportasi Darat dari Tebet ke Cilengsi”.Untuk kasus ini, saya merujuk pada tempat saya bekerja. Di Jl. Tebet Raya, sekitar 200 meter dari Stasiun Tebet. Melihat posisi kantor yang tidak sulit mendapatkan kendaraan, arahkan awal perjalanan pulang Anda ke arah UKI. Selepas jam kantor pukul 18.00 biasanya saya menuju Cawang terlebih dahulu. Bisa naik jadwal KRL Ekonomi balik dari Bekasi pukul 18.10 seharga Rp. 1500.

Tidak perlu kuatir, kondisi ruang gerbong penuh sesak. Karena kereta ini membawa penumpang dari arah Bekasi yang turun di Manggarai. Hampir 3/4 penumpangnya turun di Stasiun Manggarai. Sehingga lepas dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Tebet, kondisi cenderung kosong.

Atau Anda bisa naik mikrolet 03. Mikrolet ini biasa mangkal di pos polisi Tebet dan cukup mengeluarkan Rp. 2000.

Turun di Stasiun Cawang, naik ke Cawang Atas, tempat dimana bus-bus melintas. Naik angkutan ke arah UKI, jenis apapun. Seperti PPD, Bianglala, Mikrolet. Ongkosnya cukup Rp. 2000. Turun di UKI, kemudian menyebrang ke arah Cililitan. Nah disilah lokasi menunggu angkot 56 jurusan UKI-Cilengsi.

Untuk mereka yang newbie, kadang buat bingung sih. Karena 56 selalu penuh sebelum lampu merah simpang UKI. Mengatasinya, berjalanlah ke arah sebaliknya, sejauh mungkin dan sejauh pandangan mata menemukan 56 masih menyediakan tempat duduk.

Alhamdulillah, mudah-mudahan menjadi kata pertama yang Anda ucapkan. Mengingat betapa crowdied-nya kondisi di UKI dan sulitnya mencari angkot ini.

Angkot 56 jurusan UKI-Cilengsi

Angkot 56 jurusan UKI-Cilengsi

Tapi gpp, kesal dan jengkal akan hilang dengan ukinya cara 56 mengambil ongkos penumpang. Salah satu penumpang dengan sadar atau tidak menjadi koordinator ongkos dari penumpang lain. Awalnya saya merasakan ini sangat unik. Unik sekali. Atau mungkin saya yang memang jarang menemui hal demikian. Dengan beribu topeng menutupi rasa malu, saya memberanikan diri untuk memotret koordinasi itu. Hehehe, sontak deh, penumpang lain liat apa yang saya lakukan dan pastinya seribu satu pernyataan ada di otak-otak mereka. Tapi, ya sudahlah. Untuk 56 jenis AC ongkosnya Rp. 4500 kalau non AC Rp. 4000.

Perjalanan dari UKI sampai tujuan terakhir, yaitu fly overCilengsi menghabiskan 1 jam.

Satu jam yang sangat panjang yang bisa digunakan untuk tiduuuuuuuur. Saking lamanya, kadang saya nggak sadar kalau sudah sampai tujuan terakhir. Seperti saya sekarang. Heheheh, saking asyiknya nulis nggak sadar kenek udah nunggu penumpang kloter kedua menuju UKI. Heheheh. Sampai rumah saya di Metland Cilengsi kira-kira jam 20.00.

Selamat pulang ke arah Cilengsi!