Yup, sesuai judulnya menjadi orang baik itu sulit. Jangankan menjadi orang baik, mempunyai lingkungan yang baik ajah sulit. Karena tuhan menciptakan semua hal beragam. Kita lah yang dikasih energi daya dan upaya untuk mengkategorikan, mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk untuk kita. Dalam prakteknya, tidak semua orang dapat memilah itu semua. Ada yang terbawa arus, sekedar menjadi alat untuk masuk dalam komunitas. Sehingga mereka ikut-ikutan ‘menjadi orang tidak baik’, sulit kan.

Semua adalah karena faktor lingkungan. Lingkungan turut berpengaruh pada pembentukan karakter seseorang. Atik Murwatiningrum pun bercelotek demikian, kita hidup dari lingkungan. Lingkungan lah yang membentuk kita. Maka wajar jika sebuah keluarga merelakan anaknya diadopsi keluarga ‘itu’ karena dinilai didikan keluarga itu ‘bagus’.

Orang yang sudah bisa menakar, apakah lingkungannya itu baik atau buruk, sebaiknya segera keluar. Agar tidak menjadi dosa terus-menerus ia hidup di dunia ini. Lagipula, dunia bukan akhir, akhirat lah akhir dari semuanya. Tuhan hanya kasih kita nafas sementara, untuk menjaga sikap kita dari perbuatan buruk, omongan buruk dan segala sesuatu terkait kata ‘buruk’.

Haji Muhammad Idris. S.Ag juga berkata, insyaallah kehidupan yang dilandasi dengan istiqomah, buah jelita yang diperolehnya kelak. Dan pada akhirnya, berteori adalah hal mudah dan tidak ‘sulit’ seperti menjadi orang baik. Maka lebih baik berteori bila memang itu adalah cara pertama menuju kebaikan. Karena teori ini secara tidak langsung mengajak orang untuk berbuat baik, dan Anda pun sejatinya telah berbuat baik, meski itu langkah kecil. Melalui tulisan.

Selamat menjadi orang baik