Akhirnya kondisi itu mulai merapat. Merapat mendekati aku yang udah lebih dari seperempat abad hidup di dunia. “Menikah”, iye menikah bang, encang-encing, nyak babeh. Kata atau situasi ini bingung juga harus aku sikapi seperti apa. Haruskah berkata “alhamdulillah”, “damn”, atau “gimana terusnya yak?”. “Gue kan belum pernah nikah”. Akh dodol ajah, dimana-mana setiap manusia belum pernah dan akan menjadi pernah. Seperti di kasus menikah. Dulu Ibu ku juga belum pernah menikah dan akhirnya menikah. Begitu pula sama Bude ku, dia dulu juga belum menikah dan kemudian menikah. Lantas, mengapa harus dibuat bingung, dan gundah. Persiapkan ajah dengan sebaik-baiknya, “jangan kesusu” kata orang tua bilang. Persiapkan dengan matang, mulai dari mengumpulkan vendor-vendor pernikahan, seperti vendor catering, tata rias, busana, dekorasi sampai souvenir.

Iya sih, teori emang gampang, tapi manusia hanya punya satu otak yang memiliki milyaran jaringan dan tetap saja tidak bisa memangku sekian pikiran dalam satu waktu. Kita harus bekerja, memikirkan pekerjaan kantor, kita juga harus berfikir tentang keluarga kita dan tetek bengek lainnya. Aduuuuuuh, ko malah jadi curhat sih. Dodol.

Maksudnya sih sebenernya mo bagi-bagi info untuk para capeng. Kalau mau nikah, emang kudu-wajib sabar mencari dan menelaah setiap vendor catering & wedding package yang kamu pengen pakai. Kalau kata kawan chatingku “anggap catering & wedding package” seperti saudara kalian. Kalau memang harus ada yang dicurhatin, ajak ajah mereka bicara.

Betul juga sih, salah satu catering & wedding package yang serupa menerapkan “konsep kekeluargaan dan menganggap kita sahabat itu” dari Zulfa Catering, marketingnya namanya iskandar, id ym-nya iskandar_zulfa. Marketing ini-sejauh aku mengenal dari relief muka dan cara ia bicara saat pertama kali TF berasal dari Padang. Selain ramah dan menganggap kita sebagai saudara, Bang Zulfa tidak membatasi setiap kliennya untuk konsultasi. Seperti pusat informasi yang 24 jam siap sedia melayani pelanggannya, yaaa itulah Bang Is. Kalau ada tanya apa-apa tentang detail pernikahan, aku rasa dia layak menjadi referensi kamu. Terlebih lagi kalau memang pada akhirnya kamu pakai Zulfa Catering.

Bukan bermaksud mempromosikan Zulfa juga sih, tapi bolehlah kamu pakai Zulfa. Dari penuturan mantan Zulfa, mereka puas dengan sistem pelayanan dari Bang Is. Karena bisa mengakomodir setiap permintaan si pelanggan, berapa pun budget pernikahan yang kamu miliki. Meski kamu dan saya tahu, bahwa uang berbicara. Artinya ketika budget kamu sebesar 60 juta tentu kualitas dan kapasitas lebih bagus ketimbang budget kamu yang 40 juta. Misalkan saja seperti menu buffe meski 40 juta dan 60 juta punya spesifikasi menu buffe yang sama, seperti nasi putih, nasi goreng, ayam rica-rica, sup, krupuk udang dsbgnya, dalam pengolahan beda loh. Nasi putih di budget 60 juta masaknya pakai keju atau santan, sementara yang budget 40 juta ga pakai keju atau bahkan santan. Nah itu loh yang aku maksud.

Citra Zulfa sendiri sejauh ini aku belum bisa bilang bagus, karena aku sendiri belum analisa dan menelaah lebih kerap lagi. “Habisnya terlalu banyak ngerjain pekerjaan kantor malah, menjelang pernikahan ini. Heheheheheh, sotoy banget seh”. Bang Is juga sering kabari kita ko. Makanya lebih baik kamu add YM dia ajah, ketimbang kamu mengandalkan dia telepon kamu. Bukannya berfikir tentang biaya telepon, tapi kan orang sekarang di Jakarta, kayaknya jarang deh kalau ga OL, apalagi teknologi udah memungkinkan orang untul online 24 jam penuh dimana saja. Nah Bang Is ini termasuk orang yang online 24 jam. Sepertinya pun yang saya amatin dari websitenya Zulfa, cuman dia doang yang onlinenya hampir 24 jam penuh. Sekilas dedikasinya besar sekali. Dan niat banget cari duit, dan bertanggung jawab ajah sama takdirnya dia sebagai lelaki yang harus getol cari duit.

Lain lagi sama Daffa Catering, aku mendapati katering ini, waktu aku hunting sama Ibuku di Gedung Satya Haprabu, letaknya di Asrama Brimob Kelapa Dua Cimanggis, nomor kontak telepon pengelolanya (lupa aku, nanti aku revisi lagi deh tulisan ini). Nah dari situ aku jatuh cinta lah (bisa dibilang gituh) sama dekorasi dari Daffa Catering. Aku pun kasih kartu nama sama salah seorang koki yang aku temuin disitu. Keesokan Seninnya aku ditelepon sama Mba Dora, dia marketing dari Daffa Catering. Orangnya baik, dia terus memberi aku informasi tentang TF, update harga termasuk cari gedungnya. Untuk dekorasi aku recomanded banget Daffa Catering. Penilaian ini aku tulis berdasarkan testimoni Ibunda yang pertama kali lihat Daffa. Royal dalam hal bunga, dan mungkin bisa dibilang ga perhitungan banget untuk memaksimalkan arti dekorasi yang ‘wah’, ‘glamour’. Karena bisa dibilang, banyak orang tua yang masih identik bahwa kemewahan hadir dari sebuah bunga. semakin banyak bunga semakin terlihat kemewahan sebuah pesta yang ia buat.

Nah, di posisi ini aku lagi cari-cari lagi vendor-vendor apalagi yang tepat untuk aku pakai. Beberapa sih udah ada terutama untuk rias pengantin dan dekorasi aku pakai Rini Susanti yang alamatnya di Kompleks OMA REGENCY MAMPANG No 7 Jl. Pancoran Barat VIIC No. Teleponnya 93194112.

Mba Rini-begitu aku panggil, dia punya showroom berisi busana-busana pengantin dari beberapa adat. Yang aku liat sih dia lengkap busana adat dari Solo dan Yogya, ada juga dari Betawi, Padang dan sebagainya. Tapi malam itu waktu aku main kerumahnya aku melihat jelas untuk koleksi baju Solo dan Yogya, sementarai yang Betawi dan Padang aku liat di koleksi fotonya ajah.

Mba Rini nyediain jasa juga untuk si klien misalnya pensen baju khusus sama dia. Misalnya ajah untuk baju beludru panjang kayak artika sari devi itu dia bandrol 3 juta, itu akan jadi hak milik si klien. Tapi kalau cuman makai doang di resepsi jasa sewanya bisa 1,5 juta.

Kalau dari sisi riasannya sih, aku masih anggap terlalu menor. Sementara aku sukanya yang soft banget, ga terlalu menor lah. Menor itu aku nilai dari lipstik yang terlalu menyala, pelukisan alis matanya, sama blush on pipi. Rada genjreng.. Heheheh, sebenarnya sih aku lebih suka dandan sama Tante Adis, dia itu banci yang buka salon ga jauh dari rumah aku. Nomor teleponnya  021 9725 5759. Sayangnya, kalau kita mo adain resepsinya di gedung sekelas Antam atau Bidakara, dia ga bisa urus, harus kita yang urus, mulai dari sewa gedung sampai chargenya segala. Tapi emang riasannya ga terlalu menor tapi juga ga terlalu pucat-pucat banget.

Okhg iya balik lagi ke Mba Rini, untuk rekanan catering Mba Rini itu pakainya Caterindo Catering sama Cipta Rasa Catering kalau ga salah. Tapi dia sih rekomedade banget yang Caterindo Catering. Katanya enak–enak banget. Heheheh

Harga satu porsi buffe kalau mau yang paling uenak itu 50 ribu.

Nah setelah aku banding-bandingin sama Puspita Sawargai ko bedanya jauh banget yach, Puspita Sawargi yang konon adalah catering teruenak menurut penuturan mantan mantan capeng hanya 37.500. Nah jauh banget kan!!!. Nah kalau udah begini, mending kita capeng capeng ini TF ajah, daripada baca testimoni capeng-capeng lain. Gituh deh triksnya.

Udah dulu ya untuk kali ini, nanti kita sambung lagi. Semoga info ini bermanfaat untuk kawan-kawan. Sebenarnya juga sih, aku tulis ini karena terinspirasi dari mantan-mantan lain yang melakukan hal serupa. Menulis menjadi bermanfaat, semoga. Amien