Kembali lagi pada titik “putus asa”. Hampir putus asa. Putus asa, ketika situs yang saya ingin majukan tidak menunjukkan progressnya dari hari ke hari. Saya hampir kehilangan ide untuk membuat situs ini eksis. Iyah!!! DuniaWedding.com. Situs ini menjadi job description utama saya, begitu diterima sebagai karyawan di Bella Donna Group, perusahaan yang awalnya sukses sebagai wedding organizer kemudian mengepakkan sayap dengan menerbitkan tiga media membahas perkawinan.

Menelisik kebelakang, DuniaWedding.com menjadi media tiri dari Bella Donna Group sebagai penerbitnya. Padahal umurnya tidak berbeda jauh dengan kemunculan majalah Mahligai, majalah Bella Donna lainnya yang membahas pernikahan bergaya adat Indonesia. Mulai dari Sabang hingga Merauke, melewati timor-timor.

Saya katakan tiri, karena sejak kemunculannya tiga tahun lalu, tidak ada perkembangan signifikan pada situs ini, DuniaWedding.com. Tidak punya identitas, tidak ada yang diunggulkan. Sama sekali nol. Ini benar-benar berbeda sekali dengan situs serupa lainnya yang juga bergerak dalam hal pernikahan. Mungkin juga, karena faktor tidak adanya perhatian terhadap kembang kepis DuniaWedding.com. Timpang dari dua majalah lainnya.

Pengasuh dari DuniaWedding.com juga mengalami pasang surut. Setahun bertahan sebagai pengasuh (editor, sebutan dalam perusahaan kami), berganti yang lain namun tidak lama mengundurkan diri. Begitu seterusnya. Hingga terakhir saya masuk di perusahaan ini, ternyata situs ini ditinggalkan selama tiga bulan. Tidak ada update informasi, content, management forum dan sebagainya.

Sangat naïf memang, re-build website yang sudah ditinggalkan selama itu. Diabaikan content serta perawatannya. Dalam pemikiran dan analisa saya, setidaknya dibutuhkan waktu setahun agar situs DuniaWedding.com eksis, bahkan menyaingi website serupa lainnya.

Tapi begitulah, setiap perusahaan memiliki kelemahan masing-masing. Bila melihat secara kasat mata ungkapan “rumput tetangga lebih tinggi dari rumah kita” sering tersematkan pada perusahaan saya.

Banyak usaha-usaha mentok mengiringi perjuangan saya untuk membuat eksis DuniaWedding.com. Alasan saya tidak lebih, selain saya ingin diakui sebagai succestor DuniaWedding.com dan menambah portofolio saya. Saya begitu haus akan karya-karya berkualitas yang lahir dari tangan saya. Karenanya saya tidak peduli berapa susahnya saya berjuang dan mewujudkan itu.

Sedikit bertolak belakang dengan paparan pada paragraph sebelumnya, manusia sangat sulit sekali berlari dari takdirnya yang sarat dengan emosional yang tidak stabil. Pada saat-saat tertentu, manusia mengalami lonjakan semangat yang bertubi-tubi, meluap-luap dan adakalanya turun dratis, tanpa hasrat, tanpa kemauan, tanpa semangat. Dan itulah dimana manusia dianugerahi akan ketidaseimbangan emosional itu. Saya hampir putus asa mengasuh DuniaWedding.com ini. Karena tidak adanya satupun user yang aktif, hingga situs ini terbit per 1 Januari 2010.

Saya sedih, itu benar. Saya bingung, itu juga benar. Jalan apalagi yang harus saya buat untuk memberi nyawa pada DuniaWedding.com. Usaha teknis, seperti menaikkan rating di search engine google sudah saya lakukan, update artikel pun sudah saya lakukan, undang para pembaca sudah saya lakukan. Namun adakah jawaban dari semua ini????

Kamar, 19 Januari 2010 at 09.30 PM