gustav-klimt-mother-and-child-detail-from-the-three-ages-of-woman-c-1905


Kasih’an Ibuku, pagi belum menjelang
Telah banyak dilakukan oleh kedua tangannya

Siapkan sebakul nasi dan lauk
Demi suami yang dicinta
Demi anak-anak yang disayang,
Sementara, anak-anak itu, terkadang sering menyakiti

Kasih’an Ibuku,
Meski suami dan anak-anak pamit meninggalkan rumah
Banyak pekerjaan yang masih disisa

Kasih’an Ibuku,
Karena dua telapak tangan itu,
Berulang kali mengucek tumpukan baju,
Celana berbahan lepis,
Dan ribuan sapu tangan yang terbasuk lendir flu-ku

Kasih’an Ibuku,
Dua jam saja, waktu ia menutup mata
Begitu Raja Siang di atas ubun-nya

Karena, begitu matahari akan berujung tenggelam
Segenggam sapu dan sula telah menjadi penghias pandangan-ku

Membersihkan setiap celah property rumah,
Menghapus setiap debu yang menumpuk,
Merapikan apa yang tergeletak,

Kasih’an Ibuku, kantung matanya tak pernah menyempit
Selalu saja ada, kesibukan di setiap rumah itu
Yang membuatnya selalu terjaga

Padahal, dia sama dengan Bapak, Anak-anaknya
“Manusia”

Apakah, karena kodrat, Ibuku harus setotal itu

Kasih’an Ibuku. Ibuku yang ku Kasih’i

Rawa Lumbu 7

8 Agustus 2009 19.19 WIB