pastipas03xi01

Sekarang ini, semakin banyak kita temui stasiun pom bensin berlabel “Pasti Pas”. Label ini dipampang sejajar pada papan petunjuk bertuliskan, mushola, toilet, dan jenis bahan bakar lainnya. Sejenak, saya berfikir benarkan pom bensin-pom bensin label “Pasti Pas” itu, sesuai takarannya dibanding pom bensin tanpa label “Pasti Pas”?.

Mungkin iya, mungkin juga tidak. Bila iya, nama PERTAMINA dan image kuat perusahaan ini menjadi taruhannya. Ketika suatu manajemen perusahaan yang sudah seatle tak mungkin mempermainkan title “Pasti Pas”, sekedar menjaring konsumen. Diantara ribuan competitor produsen BBM sekarang ini.

Sementara bila jawabannya “mungkin juga tidak” siapa juga yang akan mengecek satu per satu operator pom bensin, apakah ia memberikan takaran tepat kepada setiap konsumen. Meskipun sudah menggunakan mesin berteknologi tinggi.

Karena apapun, itu informasi dari sekitar lingkungan Saya, mesin ini pun bisa diakali. Tak ayal banyak pom bensin yang bangkrut dan bahkan tutup, lantaran kehilangan percayaan dari para konsumennya. Seperti pom bensin yang terletak di Jl. Raya Bogor Km 28,5 tepat depan PT. National Gobel.

Keadaanya saat ini dipergunakan sebagai pool dari mikrolet 06 A jurusan Gandaria-Kp. Melayu, 06 jurusan Gandaria-Kp Melayu lewat Uki, 112 jurusan Depok-Kp. Rambutan dll.

Selain itu, pada kenyataanya, para konsumen mampu menilai pom bensin mana yang jujur dan tidak. Seperti diungkapkan Harso, warga Palsigunung, saat Saya duduk-duduk santai di depan pohon ceri depan rumah. “Jangan beli di pom bensin kober mba dian, kadang takarannya kurang. Mendingan yang didepan Jayabaya,” ujarnya.

“Gimana cara nilainya Pak?,” timpal Saya. “Gampang ja, lah wong kalau saya isi Rp 15000 tangki penuh, tapi kalau di kober itu, kurang satu centi. Kalau sering ngisi bensin seh gampang taunya,” ujar Harso.

Hem… bisa jadi, apa yang diungkapkan Pak Harso adalah benar. Karena setelah itu, Saya selalu menelaah dan menganalisa, apakah hasil penilaian Pak Harso itu benar. Sampai satu ketika, saat Saya juga mengisi tangki bensin motor Jupiter di pom bensin samping gereja ciracas. Belum entas bensin keluar dari corongnya, si operator sudah langsung menarik. Sentak Saya marah, dan berkomentar “Hei Pak, ini belum keluar semua. Udah main cabut ajah”.

Pada akhirnya, label “Pasti Pas” memberikan keyakinan dan jaminan kepada konsumen untuk mendapatkan kepuasan. Bila ditarik kesimpulan, bisa kita pastikan label ini menghindari dari praktek kecurangan para broker bensin.

Mengutip hasil laporan Tim Pengaduan SPBU, di wilayah Jakarta Timur ada dua SPBU yang diketahui melakukan kecurangan, yakni di Jl. Raya Bekasi km 18, PI Gadung dan Jl. Raya Bekasi km 21, PI Gadung. Jakarta Pusat dengan No SPBU 34 102 02 di Jl. Tanah Abang II dan terakhir di Bekasi No SPBU 34 179 19 di Jl. Mangunjaya Tambun Bekasi.

ayu siapa yang mo kasih info tambahan seputar SPBU yang curang…???