Kejadiannya sih sudah beberapa bulan lalu, tepatnya 12 November 2011. Pagi-pagi saya terkena sakit perut teramat sakit. Setelah dilarikan ke RS. Brimob Kelapa Dua, saya didiaknosa mengidap Kista berukuran 10x8cm. Ukuran yang sangat mendesak untuk segera dilakukan pengangkatan. Sayang, dokter yang memeriksa saya harus cuti keesokan harinya dan tidak bisa melakukan operasi. Padahal mendesak.

Adalah suami saya, yang akhirnya membawa saya kembali ke RS lain, RS. Bunda Margonda atas saran saudara-saudaranya, “kamu harus cari second opinion. kadang diaknosa itu beda antara dokter satu dengan dokter lainnya”.

Berbekal saran dari teman saya, Yunita Alimi yang pernah bekerja di RS ini, saya mendapatkan beberapa dokter ahli untuk menangani penyakit saya ini. Sayangnya, hari itu tidak ada satupun yang bertugas. Begitupun di hari-hari berikutnya. Barulah hari ketiga, dengan mengucap bismillah dan doa dari suami, saya dan suami memilih Dr. Chandra Asmuni.

Mendaftar lalu menunggu beberapa saat, saya dan suami kemudian masuk dan bertatap muka. “Siang Pak Bu. Silahkan duduk. Apa nih keluahannya? Mau punya anak?”. Perawakannya apik, kulitnya bersih (mungkin karena dokter kali yah, jadi bersih banget) itu adalah kesan pertama saya.

Disamping saya, suami saya mulai menjelaskan maksud kedatangan dan latar belakang sebelum hari itu.

Kembali saya tidur di tempat tidur, yang disampingngnya terdapat mesin USG. Sama seperti prediksi Dr. di RS Brimob saya mengidap kista. Tetapi tidak disebelah kanan seperti dugaan Dr. Brimob, melainkan di sebelah kiri. “Okhg, mungkin cara dia meletakkan tongkat USG nya terbalik,” begitulah kira-kira pendapat Dr. Chandra ketika kami turut mengungkapkan prediksi Dr. Brimob itu.

Satu hari kemudian saya dioperasi. Masuk pukul 08.30, saya keluar pukul 13.30. Waktu yang sangat lama untuk sebuah operasi kista. Belakangan diketahui, kalau kista saya ternyata sempat bocor, artinya sempat mengeluarkan cairan yang terkandung di dalam kista itu dan mengotori organ tubuh lainnya. Itu, sebabnya mengapa saya merasakan sakit sekali ketika pagi lalu. Kondisi ini, mengharuskan dokter dan para asistennya mencuci seluruh perut saya dari sisa-sisa cairan kista yang bocor itu. Bila tidak dibersihkan akan terjadi penjamuran dan busuk di organ yang terkena itu. Masyaallah, untung cepat tertangani.

Dengan kasus kista saya ini jugalah saya diharuskan terapi suntikan endrolin sebulan sekali selama enam bulan kedepan pasca operasi. Untuk membunuh kemungkinan tumbuhnya kista lagi. Dengan suntik endrolin sebulan sekali tumbuhnya kista mampu ditekan sampai 2 persen. Tidak mencapai 35% bila saya tidak suntik endrolin.

Satu bungkus endrolin dipasaran harganya Rp. 1.350.000. Atas saran Dr. Chandra yang baik banget, saya direkomendasikan untuk membelinya kepada seorang kenalannya, namanya Ibu Tohiti. Saya lalu menelepon beliau dan dikenalkan kembali oleh Mba Herta. Dari Mba Herta saya mendapatkan harga Endrolin Rp. 1.078.000 sudah termasuk PPN. Ternyata Mba Herta itu langsung ditunjuk oleh pihak Kimia Farma sebagai produsen Endrolin.

Sebenarnya ada dua macam jenis suntikan kista ini, yang satu bernama Tapros. Harganya dua kali lipat dari Endrolin. Menurut Dr. Chandra, hasil dan kualitasnya sama. Baik Tapros maupun Endrolin. Syukurlah, setidaknya uang gaji saya tidak habis untuk obat ini. Subahanallah.

Dari waktu ke waktu bertemu Dr. Chandra, dari check up satu ke check up berikutnya saya merasakan pelayanan Dr. Chandra kepada saya baik sekali. Ia tidak sungkan-sungkan menjelaskan kepada saya dan suami tentang latar belakang adanya kista panjang lebar, sabar dan ulet. Bahkan, saya kadang merasa kalau kasian sama pasien lain yang nunggu di luar karena masih antri untuk konsultasi dengan beliau.

Setiap kali check up ada saja info dan manfaat berkonsultasi dengan beliau, diantara hasil diskusi kami bersama Dr. Chandra, diantaranya saya jabarkan di bawah ini.

  • Kista disebabkan dari darah mestruasi yang tidak keluar semuanya. Artinya masih ada sedikit darah yang tersisa dalam tubuh kita. Setetes demi setetes darah itu bila dibiarkan akan membentuk gumpalan yang menempel pada dinding sel telur. Inilah benih dari kista.
  • Selama wanita mengalami menstruasi, selama itu wanita berpeluang mengidap kista. Tergantung dari tubuh seseorang, benih kista ini akan tumbuh sebagai kista jinak atau kista ganas. Dalam kasus saya, adalah kista ganas. Karenanya, operasi pengangkatan saya termasuk dalam kategori operasi besar.
  • Efek samping suntik endrolin, si wanita tidak akan mengalami menstruasi. Kenapa? karena endrolin menekan hormon estrogen yang menstimulus tumbuhnya kista kembali.
  • Efek samping lainnya, akan berkurang kalsium dalam tubuh wanita tersebut, biasa kita mengenalnya dengan kata “monopouse”. Untuk menyeimbanginya minum obat kalplek mengandung 500 kal, dan mengkonsumsi makanan-makanan sarat kalsium. Seperti brokoli, keju, susu kalsium. Dalam sehari, saya harus memakan 1500 kalsium. Setiap orang berbeda-beda terkena dampaknya, ada yang dalam hitungan sebulan sudah merasakan nyeri dan ngilu di sela-sela sendinya.
  • Lokasi suntikan adalah di bagian bongkong. Pindah-pindah setiap kali suntik.
  • Setelah suntik, badan akan terasa pegal-pegal. Begitu kata Dr. Chandra. Tetapi saya tidak merasakan pegal-pegal itu. Apakah emang saya yang tidak merasakannya atau gimana. Heheheh
  • Selesai terapi suntik endrolin ini, kondisi tubuh wanita akan perlahan-lahan kembali normal. Artinya, dalam hitungan bulan saya akan mendapat menstruasi kembali. Bisa dibilang, kondisi subur. Saat itulah saya baru boleh hamil kembali. Namun, setiap wanita berbeda-beda (lagi). Ada yang satu tahun baru kembali normal atau kembali menstruasi ada lagi yang sebulan udah dapat menstruasi. Bissmillah, mudah-mudahan saya cepat kembali normalnya. Karena akhir dari perjuangan ini adalah harapan mempunyai anak, begitu kata Dr. Chandra.

Masih banyak lagi, diskusi-diskusi saya, suami dan Dr. Chandra alami. Tetapi, cukup ini dulu yang saya share untuk Anda yang mungkin senasib dengan saya. Dan kembali ke Dr. Chandra, saya akan memberi 10 jempol untuk beliau, untuk pelayanan, cara dia berbicara, etikanya, keramah-tamahannya dan penampilannya. Untuk Anda yang mungkin belum mempunyai anak, mengidap kista, miom dan segala macam terkait kebidanan dan kandungan Dr. Chandra pilihan yang alhamdulillah baik dan pas sekali.

Beliau berdinas di RS. Bunda Margonda selain punya klinik sendiri di Duren Tiga. Mungkin di klinik beliau harga lebih murah. Kalau di Rs. Bunda Margonda sekali check up saya biasanya kena Rp. 150.000, Rp. 25.ooo-nya adalah biaya Rs. Bunda Margonda, Rp. 100.000 biaya dokter, Rp. 25.000 biaya apa gitu saya lupa.

Mba Herta 0815 1915 4747

Dr. Chandra Asmuni 0816 1878 556

About these ads